[FF ONE SHOOT] IN MY DREAM

[FF ONE SHOOT] IN MY DREAM

AUTHOR          :Sanskyheaven

CAST                 : Lee Hyuk Jae

Cho In Hyun

GENRE              : Romance

Annyeong,,

Ini ff oneshoot pertama aku,mian kalau ada kesamaan dengan ff lainnnya. Ini benar murni hasil pemikiran aku.

HAPPY READING

EUNHYUK POV

Cahaya mentari memasuki sela-sela kamarku. Aku terbangun dengan mendapati wajah kekasih yang sangat aku cintai tertidur disebelahku. Aku tersenyum, menatap wajahnya. Ini indah, setiap pagi melihatnya, wajah polosnya tertidur dengan wajah yang damai disisiku. Ini akan menjadi daftar list pekerjaan setiap pagi yang aku lakukan. Konyol memang. Tapi jika kalian merasakan seperti apa yang aku rasakan mungkin kalian mengatakan bahwa itu wajar.

Sudah hampir sebulan, aku tinggal bersamanya diapartemenku. Sebulan lalu ketika aku mengajaknya untuk tinggal bersamaku dia dengan kerasnya menentangku, dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak boleh terjadi mengingat status kita yang masih pacaran, dan apa kata tetangga bila melihat kita yang belum memiliki sebuah status yang sah tinggal bersama. Tapi aku berusaha membujuknya untuk tinggal bersamaku dan akhirnya kami tinggal bersama.

Aku masih menatapnya bahkan jika berjam-jam sekalipun. Tanpa sadar ia sudah membuka matanya “kau sudah lama bangunkan, tapi kenapa menatapku terus” kata In hyun padaku. Dia adalah Cho Inhyun, kekasih yang sudah kupacari selama 3 tahun. Aku bahkan tidak tau bagaimana cara untuk hidup jika tidak bersamanya

Aku tersenyum “ini adalah daftar list pertamaku di pagi hari sejak kau tinggal bersamaku, kau bahkan kau sudah tinggal sebulan denganku kau tidak tau hal itu, dan selama sebulan itu juga aku melakukan itu” kami masih tetap dalam posisi awal

“aku bukan tidak tau, aku bahkan sangat tau hal itu, makanya aku berpura-pura tidur agar kau bisa terus menatap wajahku” itulah sifat yang aku suka darinya, bahkan ketika bumbu-bumbu pertengkaran kami mulai, dia akan mengalah untukku. Hingga kami tidak memiliki pertengakaran yang sangat hebat. Aku sangat mencintainya

Aku membelai rambutnya dengan penuh rasa sayang “sudah cukup, bangunlah lalu kau harus mandi! Aku harus menyiapkanmu sarapan karena kita harus bekerja” pintahnya padaku. Liat ! dia sudah seperti istriku saja.

‘cup’ aku menciumnya. “morning kiss” kataku seraya bergegas kekamar mandi

***

Aroma sedap menusuk hidungku, kulangkahkan kakiku memasuki dapur yang sejak sebulan lalu mulai berfungsi sejak ada dirinya disini

“menu apa hari ini chagiya” tanyaku seraya memeluk pinggangnya dari belakang dan menghirup aroma tubuhnya sedalam yang aku inginkan

“lepaskan dulu, bagaimana kau bisa makan jika kau terus memelukku seperti itu” dia selalu bisa membuatku menurut padanya

“masshita, ini sangat enak, chagiya” pujiku padanya, semua masakan yang diberikannya selalu aku makan sampai habis, ini benar-benar enak. Kalian harus mencobanya. Bahkan jikalau ini tidak begitu enak aku akan tetap berkata bahwa ini 100% lebih enak dari makanan yang ada direstoran mewah sekalipun. Karena kenapa? Karena ia membuatnya dengan cinta dan aku akan memakannya dengan seluruh cinta yang aku miliki, bahkan jika garam itu asin, akan terasa sangat manis bila dirasa dengan cinta.

“sejak kapan masakanku tidak enak, Tuan Lee?” katanya dengan senyum bangga. Aku suka semua yang ada pada dirinya.

“hmmm,, nyami,, kau tidak makan?”  tanyaku padanya karena sedari tadi dia hanya menatapku yang sedang makan dengan begitu lahapnya, seperti orang yang sudah tidak makan selam 3 hari.

“aku sudah kenyang menatapmu makan, ahh,, aku bahkan baru tahu kekasihku ini sangat rakus” sindirnya, tapi kenapa ini terdengar sangat manis

“ini karena kau yang memasaknya. Makanlah, apa perlu aku menyuapimu. Nanti maagmu kambuh lagi bagaimana” godaku padanya. Akhir-akhir ini aku sering mendapatinya memegang perutnya dengan wajah kesakitan. Sesakit itukah, sampai ia harus meringis kesakitan tanpa mengeluh sedikitpun padaku. Paling ia hanya menyuruhku untuk mengambilkan obat maag, tapi setelah ia meminumnya langsung sembuh. Tapi, aneh, ia matanya masih menyiratkan rasa sakit

“ani,, aku akan memakannya sendiri, memangnya aku tidak memiliki tangan untuk makan dengan tanganku sendiri” dia juga sangat mandiri, ia akan benar-benar meminta bantuanku jika memang ia tidak bisa melakukannya sendiri

***

“Eunhyuk~a,, aku duluan ya. Sepertinya sudah terlambat” ujarnya ketika aku sedang memakai jasku

“tunggu aku chagiya, biar aku antar” teriakku dari dalam kamar

“tidak usah,, aku harus cepat-cepat. Aku pergi dulu”

Benar. Rupanya dia sudah pergi. Gadis itu kenapa tidak ingin menunggu. Aku bahkan bisa membuatnya lebih cepat datang kekantor dibanding  naik bus yang setiap saat harus berhenti ketika beberapa orang ingin naik ataupun turun.

***

Pagi ini aku terbangun, namun aku tidak melihatnya ada disampingku. Hal itu sudah seminggu ini terjadi sejak ia menolak aku mengantarnya. Ketika ia pulang sikapnya berubah. Ia jadi lebih sering pulang malam dan pergi pagi sekali hingga kami sangat jarang sekali bertemu.

Aku ingin memperjelas ini semua. Aku menunggunya sampai ia pulang. Suara pintu tertutup, ternyata ia sudah datang.

“kau belum tidur?” tanyanya padaku

“apa hanya itu yang bisa kau ucapkan setelah seminggu ini, kau bahkan tidak memiliki waktu sedikitpun untukku” ujarku ketika melihatnya ingin beranjak kedalam kamar

“kau harus belajar membiasakan itu, eunhyuk~a” katanya seraya membuka kenop pintu

Aku menahan tangannya“tunggu, aku belum selesai bicara, apa ada hal dari diriku yang membuatmu berubah? Apa aku berbuat salah kepadamu? Katakan! Aku minta maaf jika sudah membuatmu marah,aku tidak tau letak kesalahanku dimana”  mataku sudah sangat berair untuk mengeluarkan setetes demi tetes air mata.

Dia meringis lagi memegang perutnya “bahkan jika kau marah padaku kau seharusnya memperhatikan kesehatanmu” ujarku seraya membantunya untuk duduk disisi tempat tidur

“bukan, bukan kau yang salah. Ini semua karenaku. Kau harus belajar hidup tanpaku” ucapnya. Aku tahu kini ia juga menangis dengan memegang perutnya

“apa yang kau katakan, In Hyun~a”tanyaku meminta konfirmasi atas pernyataannya

“kau harus belajar hidup tanpaku”

“tunggu sebentar, aku akan mengambilkanmu obat maag” ujarku ketika memberinya segelas air

“tidak usah, obatnya ada dalam tasku, aku bisa mengambilnya sendiri” ia lalu mengeluarkan obat dalam tasnya lalu meminumnya dengan sesenggukan.

“Mianhae” aku memeluknya dengan sangat erat tapi ia sama sekali tidak membalas pelukanku.

Setelah beberapa menit ternyata ia sudah tertidur. Aku menyeka keringat didahinya, lalu mengecup dahinya dan tidur memeluknya

***

“apa karena dia kau berubah, In Hyun~a. Katakan padaku” sergahku ketika melihat tangannya digenggam oleh seorang lelaki yang dulu pernah mengejarnya

“kenapa? Kenapa kau membuatku begini? Ini tidak seperti apa yang kufikirkan kan ?” air mata ini sudah menetes. Laki-laki itu bahkan aku berniat untuk membunuhnya, kulangkahkan kakiku berniat memukulnya, tapi In Hyun menahannya.

“Cho In Hyun, menyingkirlah darinya” teriakkku

“mianhae eunhyuk ~a, anggaplah semua yang kau pikirkan itu benar, anggaplah begitu. Ayo oppa mari kita pergi” aku tahu kau pasti membohongiku In Hyun. Matamu, aku bisa membacanya dari matamu,benar kata orang-orang mata tidak pernah berbohong.

***

Sudah kuputuskan untuk merubah sikapku dan meminta maaf kepada In Hyun. Aku melangkah dengan girang menuju apartemen. Tapi, yang kulihat adalah laki-laki itu. Lelaki yang tidak pernah kubayangkan sekalipun akan menginjak apartemenku. ‘buughh’ aku memukulnya. “Ini untuk yang kemarin tertunda”

“hsss,,,, “ ringisnya

“tidak bisa,,kau tidak bisa pergi begitu saja,,” aku memegang tangannya dengan kuat ketika ia membawa kopornya. Aku tahu pasti ia ingin pergi

“lepaskan hyuk,,aku tidak bisa”  katanya saat aku menahan kopornya pergi

“tidak,,aku tidak akan melepaskanmu,,aku akan melepasmu sampai kau bisa memutuskan keputusan yang tepat. Aku akan menunggu sampai hanya aku yang ada dalam hatimu” aku memegang tangannya  dengan kuat seolah tidak ingin dia pergi

“bukan aku yang memutuskan untuk menyukai seseorang hyuk,,tapi hatikulah,,tolong biarkan aku pergi,, aku akan memastikan apa hatiku memilihmu atau tidak” ujarnya. Dan genggaman tanganku mulai melonggar

“kau bohong, jadi apa arti 3 tahun ini bagimu? Jawab aku” bentakku ketika ia hanya diam

“aku sudah memikirkan tentang itu, satu-satunya hal yang harus aku lakukan adalah ini. Mianhae, jeongmal mianhae, hyuk~a “ katanya lalu bergegas pergi. Aku dapat melihat kepedihan dalam wajahnya.

****

1 bulan kemudian

Aku terbangun dipagi hari. Aku seperti merasakannya sedang tidur disampigku.

“In Hyun~a, itu kah kau?” kataku tapi aku seakan tidak bisa membuka mataku sekalipun, tapi aku bisa merasakannya berada disampingku

“mianhae, sudah membuatmu terluka, jangan tangisi aku” ini seperti nyata aku bahkan bisa mendengarkan suaranya dengan jelas

Dia datang kembali.

Dia bilang dia menyesal, tangan terampil yang merindukan belaianku

Tatapan penuh penyesalan itu melihat padaku.

Suara yang ingin aku dengar, dengan lembut menyuruhku  untuk tidak menangis

Mataku rasanya sudah rindu untuk melihatmu, berharap bisa melihatmu disetiap pagi seperti yang aku lakukan ketika kau tidur disampingku. Jika kau benar-benar nyata sekarang aku akan menahanmu disini

“In Hyun~ah,, “ panggilku ketika aku membuka mata. Tidak itu hanya mimpi. Air mata ini tidak dapat terbendung, In Hyun~a

Dulu kau sangat nyata bagiku, kenapa sekarang kau seperti bayangan untukku. Jika kau tidak mencintaiku lagi kenapa kau masih sering datang dalam mimpiku

Jika Aku menahanmu dalam pelukanku kau menghilang,

Dan aliran air mata dan bantalku basah

Akhirnya aku bangun dari tidurku

Pagi selalu seperti ini…. Cintaku

Aku memulai aktifitasku seperti biasanya yang aku lakukan, tapi seperti hampa.

“Sajangnim, bagaimana dengan proposal ini, jika kau menyetujuinya aku harap kau mendatanginya karena orang tersebut sudah lama menunggu jawaban anda” kata assistenku

Ini bahkan sudah lewat sebulan, tapi aku masih tetap memikirkanmu. Malam pun sudah berlanjut aku berniat untuk melepas lelah dengan tidurku. Aroma tubuhmu masih bisa kucium dikasur ini.

Aku harap selamanya aku tidur seperti ini.

Ketika aku bangun kau masih bersamaku.

Meskipun aku berharap  hari ini aku tidak bermimpi lagi

Hari ini rasanya aku tertidur dengan kehadirannya

Apa ini hanyalah mimpi. Aku dapat merasakan kehadiranmu disampingku seperti sebelumnya. Mata ini tak kunjung terbuka untuk melihatnya. Aku memeluknya dengan erat. Bahkan sekarang aku bisa memeluknya.

“In Hyun~a,, jangan pergi lagi” kataku. Ia hanya tersenyum

Dia tersenyum. Ini benar-benar sudah terlalu lama.

Aku rindu ekspresi itu, dia gadisku kan?

***

Malam ini aku bermimpi lagi, tapi ini bukan mimpi indah, mimpi dimana dia pergi meninggalkanku dengan seorang lelaki yang sudah lama menyukainya. Terdengar percakapan kami, jika ini nyata aku akan mengurungmu bersamaku

“tidak bisa,,kau tidak bisa pergi begitu saja,,”

“lepaskan hyuk,,aku tidak bisa”

“tidak,,aku tidak akan melepaskanmu,,aku akan melepasmu sampai kau bisa memutuskan keputusan yang tepat. Aku akan menunggu sampai hanya

aku yang ada dalam hatimu”

“bukan aku yang memutuskan untuk menyukai seseorang hyuk,,tapi hatikulah,,tolong biarkan aku pergi,, aku akan memastikan apa hatiku memilihmu atau tidak”

“kau bohong, jadi apa arti 3 tahun ini bagimu? Jawab aku”

“aku sudah memikirkan tentang itu, satu-satunya hal yang harsu aku lakukan adala ini. Mianhae, jeongmal mianhae, hyuk~a “ katanya lalu bergegas pergi. Aku dapat melihat kepedihan dalam wajahnya. Mimpi ini seakan sangat nyata seperti yang terjadi dulu

Dia berjalan menjauh.

Merangkul orang lain.

Dadaku terasa hancur  seperti tertimpa beban yang sangat berat

Aku bermimpi lagi kan?

Keringat dingin mengalir ditubuhku. Itu menyakitkan, itu adalah mimpi tentang hal yang kubenci,

Bahkan jika aku ingat, aku tidak bisa berbuat apapun

Sepanjang hari kita akan menghabiskan waktu bersama, kan? Cintaku

Itu hanya sesaat,. Tiba-tiba aku merasakan lagi kehadiranmu disisiku. Tidur dengan wajah tenang dalam pelukanku. Hembusan nafasmu begitu teras. Apa ini hanya mimpi lagi?

Aku harap selamanya aku tidur seperti ini.

Ketika aku bangun kau masih bersamaku.

****

Aku melihat laki-laki itu. Laki-laki yang telah membawa In Hyun pergi ia bersama seorang wanita sedang berangkul

‘bughhh’ aku memukulnya

“brengsek, beraninya kau menghianati In Hyunku setelah kau membawanya pergi dariku” kataku padanya, terlihat setetes darah mengalir disudut bibirnya

‘bughhhh’ aku memukulnya lagi

Dengar Lee Hyuk Jae, kau harus dengar kenyataan yang sebenarnya, tapi aku tidak menggubrisnya

“dimana In Hyun? Jawab aku brengsek”

‘bughhhh’ ia balik memukulku. Aku terjatuh tenaganya cukup sangat kuat

“kau baca ini, dia memberikanmu ini” ujarnya seraya memberikanku selembar amplop surat warna kesukaanku

Ku lajukan mobilku kearah apartemen. Aku memncoba membuka secarik kertas dengan warna putih kesukaannya. Bahkan aroma tubuhnya dapat tercium hanya dengan secarik kertas ini

To : eunhyuk cintaku yang bodoh

Jika kau membaca surat ini berjanjilah untuk melupakanku. Jangan mencariku, sebab selama apa kau mencariku kau tidak akan pernah menemukanku,

Sebelumnya aku ingin mengatakan Maaf eunhyuk~a, jika kau tanya berapa persen aku mencintaimu bahkan jika itu hanya sampai 100 aku akan menjawab sejuta persen. Ini semua karena penyakit ini. Aku terkena penyakit kanker hati sudah stadium akhir. Aku bahkan tidak pernah memimpikan kisah cintaku akan seperti ini, terpisah karena penyakit. Beribu kisah cintapun, kenapa bisa setragis ini kisah cintaku.

Jika ini drama yang harus aku peranin, aku tidak akan pernah ingin membuka apalagi membaca skenario sutradara yang diberiakan padaku. Ini benar-benar sangat menyakitkan. Tapi, aku sudah berterima kasih kepada tuhan karena Tuhan selalu memberikan kekurangan disamping kelebihan, dimana ada kekurangan selalu ada kelebihan, dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan didalamnya. Ini kekuranganku, namun, aku sudah merasa cukup lebih dengan bertemu seorang lelaki sepertimu. Benar! Kau adalah kelebihan Tuhan yang diberikan untukku. Aku sudah cukup sangat sangat bersyukur.

Laki-laki itu, jangan marah dengannya, aku hanya memintanya untuk membantuku, membuatku pergi jauh darimu sehingga aku tidak meninggalkan beban sedikitpun didunia ini. Kau bukan beban tapi kenangan terindah yang kumiliki selama aku hidup

Lupakan Aku, dan maaf, meski ini waktu yang singkat hanya 3 tahun, ini serasa aku menghabiskan waktu denganmu seumur hidupku.

Mianhae dan Jeongmal saranghae

Orang yang harus kau lupakan : In Hyun

Jadi ini sebenarnya yang terjadi, aku menangis sejadi-jadinya, semua sikap anehnya padaku, rasa sakit yang aku kira sepele ternyata telah merenggut nyawanya. Aku lelaki yang sangat bodoh

Keesokan harinya aku pergi ketempat peristirahatannya yang terakhir.

“In Hyun~ a, apa kau bahagia?”

“maaf, baru tahu semuanya sekarang, maaf telah meragukan cintamu”

***

Malam-malam berikutnya, aku semakin sering ingin tidur. Kenapa? Karena aku ingin bertemu dengannya,merasakannya  hadir disisiku. Tapi, semuanya nihil, bahkan sampai pagi hari menjelang, tidak ada lagi dirimu, kau seperti memang ingin cepat-cepat pergi dariku

Jika hanya hari ini aku bisa melihatmu lagi,

Jika aku bisa melakukannya lagi,

Jika kau kembali lagi

Jika hanya sekali lagi kau tidur disisiku

Jika itu terjadi lagi

Aku tidak ingin terbangun

Jika bisa aku hanya ingin tidur

~ T H E    E N D ~

terimaksih sudah membacanya *bow

Advertisements

2 thoughts on “[FF ONE SHOOT] IN MY DREAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s